Tagline website - untuk edit di: Admin - General Setting - Template - Pengaturan Text


Customer Service

SMS / Hotline
SMS/WA : 085791609693
Products
Bedong Bayi
Clodi Ananndapers
Clodi Mikiwili
Legging Busha
Nurshing Cover
Perlengkapan Tidur Bayi
Popok Lansia
Sabuk Bonceng Ladona
Sprei Waterproof

Testimonial

Wina Wihandari
Saya Newmom baru tau ttg clodi., skg lg persiapan untuk lahiran,sdg mencari referensi clodi yg murah.,ternyata sdh keliling dpt deh Toko Clodi Murah.
Rekening Pembayaran
Keranjang Belanja
Keranjang belanja Anda masih kosong. Selamat berbelanja.




By Admin  Article Published 11 August 2015
 
Saat memasuki usia lanjut, kepribadian orang tua akan kembali seperti kanak-kanak, berbeda dengan orang lansia yang ketika mudanya memiliki self knowledge sehingga saat orang tersebut memasuki masa manula bisa mengenali kelebihan dan kekurangan yang ada dalam dirinya dan salah satu prinsip yang biasa dipegang teguh oleh kaum lansia yang memiliki self knowledge adalah “tidak berkeinginan menyusahkan anak ketika anaknya tersebut telah berumah tangga”. Melihat kondisi yang demikian, tak jarang pula orang yang sudah memiliki jabatan tinggi dan berumahtangga menitipkan para orang tuanya di panti jompo dengan alasan merawat lansia itu susah, cerewet, dibilangin gini tetap aja tidak mengerti. Secara khusus, orang lanjut usia (lansia) yang tidak dapat mandiri lagi perlu bantuan orang lain untuk merawatnya, agar kondisi kesehatan mereka tidak cepat mengalami penurunan.
Menurut Psikolog Retno Riani mengatakan jika kriteria orang lanjut usia biasanya terjadi pada umur diatas 58 tahun berdasarkan Undang-undang.  Lansia bisa dilihat dari ciri fisik keriput, pandangan mata kabur, taste untuk merasakan makanan sudah tidak enak, organ tubuh sudah tidak kuat, yang biasanya bisa lari 10 km perjam menjadi 2 km perjam saja, ada perubahan dari segi fisik. Secara psikologis, lanjut Retno lansia biasanya lebih sensitif atau perasa, cenderung mudah tersinggung. Untuk fase tidurnya, lebih banyak melek ketimbang tidurnya, bahkan tidur juga tidak senyeyak, senyaman waktu muda dulu,” kata Pns di Rumah sakit Jiwa Kemiling ini. Dari segi perilaku, biasanya lansia lebih banyak ingin dimengerti dibanding memahami orang lain.  Ketika orang yang diwaktu muda sulit beradaptasi, saat lansia juga sulit untuk beradaptasinya. Hal yang perlu diperhatikan dalam merawat lansia ialah kondisi kesehatan, karena tingkat ukuran kesehatan kaum lansia mudah menurun, berikut hal-hal yang harus diperhatikan saat merawat lansia.
 
1. Mandi. 
Ketika seorang lansia hendak memasuki kamar mandi, sebaiknya tubuhnya dipegang erat-erat oleh yang merawatnya. Jika sedang mandi dan kemudian seorang lansia merasa goyah jangan dipaksa untuk mandi. Segera baringkan tubuhnya sambil meminta pertolongan anggota keluarga lainnya. Saat mandi, lebih baik gunakan air hangat terutama jika lansia itu telah menderita penyakit tulang dan sendi.
 
2. Kebersihan mulut
Para lansia perlu dibantu dalam membersihkan giginya. Selain itu, jika ada gigi palsu hendaknya setiap habis makan dibersihkan dengan sikat gigi, dan untuk menghilangkan baunya maka gigi palsu direndam dalam air hangat yang telah dibubuhi obat pembersih mulut beberapa tetes selama 5-10 menit dan kemudian bilas kembali sampai bersih. Perlu pula diperhatikan apakah gigi palsu itu menekan gusi atau tidak. Jika menekan, gigi palsu tersebut dapat menyebabkan lecet pada gusi. Bagi lansia yang tidak dapat berkumur maka mulut dan giginya dapat dibersihkan dengan ujung sendok yang telah dibungkus dengan kain kasa yang dibasahi dengan cairan pembersih mulut. Sebaiknya, jangan mencuci gigi palsu di bawah air yang mengalir supaya gigi tersebut tidak jatuh dan pada akhirnya rusak.
 
3. Bersihkan rambut dan kulit
Lansia sering mengalami kulit dan rambut yang kering sehingga kulit perlu diolesi dengan krim dan rambut menggunakan hair conditioner. Sehabis mandi, rambut yang basah harus segera dikeringkan untuk mencegah timbulnya demam, batuk, pilek, dan lain-lain.
 
4. Kuku
Ketika menggunting kuku seorang lansia, berhati-hatilah. Hal ini identik ketika memotong kuku bayi. Jika sampai terluka, penyembuhan pun juga akan terasa sulit sama seperti penyembuhan pada penyakit kencing manis.
 
5. Pakaian
Karena faktor usia yang dapat menyebabkan kepikunan, para lansia juga jarang mengganti pakaiannya sendiri, maka dari itu ganti pakaian seorang lansia dengan bahan yang lunak dan rapi. Jika dirasa sudah waktunya mengganti, ganti segera pakaiannya.
 
6. Masalah istirahat dan tidur
Biasanya pola tidur lansia hanya beberapa jam saja, kemudian terbangun lagi dan memerlukan waktu untuk dapat tidur kembali, sehingga agar tercapai kesegaran jasmani dan pikiran maka pola istirahat dan tidur harus dilakukan berulang-ulang setiap hari. Ada baiknya menyediakan kursi malas yang sewaktu-waktu dapat dipergunakan jika para lansia merasa lelah atau mengantuk. Kamar tidur hendaknya punya ventilasi yang baik, khususnya yang menderita penyakit paru menahun, juga tersedia di samping tempat tidur makanan selingan dan air hangat, karena lansia sering terbangun tengah malam serta merasa lapar dan haus. Untuk menghindari kelelahan yang berlebihan, hendaknya menghadiri pesta atau pertemuan di malam hari cukup 1-2 jam saja.
 
7. Masalah buang air besar
Sebaiknya perlu menggunakan kloset duduk karena sulit jongkok. Juga sering sulit buang air besar sehingga perlu mengonsumsi banyak serat dalam makanan, jika perlu memakai obat pencahar.
 
8. Masalah buang air kecil
Frekuensi buang air kecil bagi kaum lansia menjadi tak menentu seiring perkembangan waktu. Tak jarang pula, para kaum lansia memiliki kesulitan dalam mengendalikan naluri buang air kecilnya. Untuk mencegah agar lansia tidak mengompol di tempat tidur atau di tempat lainnya, sebaiknya gunakan popok dewasa atau popok lansia, salah satunya Clodi Z-Two Lansia yang sudah dilengkapi dua insert. Diaper lansia Ztwo adalah popok kain yang dikhususkan untuk orang dewasa dan lanjut usia. Diaper lansia Ztwo sangat bermanfaat dan membantu sekali bagi penderita yang tidak mampu mengontrol urine yang mengakibatkan selalu ingin buang air, juga bagi yang sedang menderita sakit berat yang aktivitasnya hanya senantiasa berbaring di tempat tidur dan sulit untuk bisa pergi ke toilet. Diaper lansia Ztwo ramah lingkungan karena tidak mengandung unsur kimia tidak seperti layaknya popok / pempers sekali buang yang sangat mencemari lingkungan, dan juga ZTWO CLOTH DIAPERS LANSIA ini sangatlah ekonomis karena bisa di cuci ulang sehingga bisa di pakai berulang-ulang. Untuk setiap paket 1 pocket diapers ditambah dengan 2 insert didalamnya bisa menampung 2-3 kali pipis. Selain bayi, lansia juga bisa terkena ruam popok maka gantilah popok lansia jika dirasa sudah basah dan sebelum menggunakan popok kembali ada baiknya lumuri bedak dahulu. Jangan gunakan popok sebelum pantat kembali kering.
Pada pria lansia, akibat pembesaran prostat, sering terjadi gangguan buang air kecil. Demikian juga pada wanita, akibat kebersihan pada daerah antara kemaluan dan dubur tidak dijaga dengan baik, maka sering menimbulkan infeksi saluran kemih. Kedua hal ini tentunya memerlukan perawatan khusus oleh perawat dengan bimbingan dokter.
 
9. Masalah olahraga
Lakukanlah olahraga yang sesuai dengan kemampuan fisiknya. Olahraga yang murah dan praktis adalah jalan pagi dan santai, sedangkan pada mereka yang lumpuh dapat dilakukan olahraga ditempat tidur dengan cara membantu menggerakkan anggota tubuhnya serta membolak-balikkan tubuh penderita sekali 2 jam untuk mencegah borok, infeksi, bekuan-bekuan darah terutama pada tungkai bawah dan lain-lain, yang dapat berakibat fatal.
 
10. Masalah rekreasi
Merupakan pandangan yang keliru jika ada yang menganggap bahwa lansia tidak perlu lagi rekreasi, karena rekreasi diperlukan untuk ketenangan dan menambah kegairahan hidup, sepanjang mereka masih mampu dan tidak sampai memberikan beban yang berat bagi mental dan fisiknya.

  Dalam merawat orang yang telah lanjut usia, kita perlu tahu bahwa kondisi mereka sudah tidak sesehat dan sekuat ketika masih muda. Oleh karena itu, kita perlu belajar dan banyak bertanya pada ahlinya, supaya dapat melakukan perawatan dengan benar. Selain perawatan secara fisik, kita tidak boleh melupakan perlunya perlakuan dan sikap yang baik pada orangtua. Mengucapkan kata “Ah” kepada orangtua tidak dibolehkan oleh agama, apalagi mengucapkan kata-kata atau memperlakukan mereka dengan lebih kasar daripada itu. Terlebih lagi, orangtua yang telah berusia lanjut biasanya mengalami perubahan perilaku dan lebih peka terhadap sikap atau ucapan yang kasar. Untuk itu, dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan dalam merawat mereka. Demikian penjelasan singkat mengenai perawatan orang tua yang telah lanjut usia. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi bekal bagi kita untuk berbakti pada orangtua.
 


Related Article