Tagline website - untuk edit di: Admin - General Setting - Template - Pengaturan Text


Customer Service

SMS / Hotline
SMS/WA : 085791609693
Products
Bedong Bayi
Clodi Ananndapers
Clodi Babyland
Clodi Bebibum
Clodi Mikiwili
Legging Busha
Nurshing Cover
Perlengkapan Renang Anak
Popok Lansia
Sabuk Bonceng Ladona
Sprei Waterproof

Testimonial

Wina Wihandari
Saya Newmom baru tau ttg clodi., skg lg persiapan untuk lahiran,sdg mencari referensi clodi yg murah.,ternyata sdh keliling dpt deh Toko Clodi Murah.
Rekening Pembayaran
Keranjang Belanja
Keranjang belanja Anda masih kosong. Selamat berbelanja.




By Admin  Article Published 10 August 2015
 
Menjaga kesehatan sangat dianjurkan untuk orang dewasa maupun bayi, salah satunya ialah dengan memotong kuku yang panjang. Bagi orang dewasa, memotong kuku merupakan tindakan yang bisa dilakukan secara individu, tapi bagaimanakah menggunting kuku bayi yang kulitnya masih sensitif?Apa tidak melukai? Problema-problema seperti inilah yang menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua, khususnya ibu. Dari sisi yang berlawanan, muncul juga anggapan jika kuku bayi yang terlanjur panjang dan tidak segera dipotong akan dapat melukai wajah karena bayi biasanya gemar menggaruk-garuk wajah. Hal yang paling fatal ialah jika goresan akibat garukan tersebut mengenai kornea mata dan dapat menyebabkan cacat yang sulit disembuhkan. Tak hanya itu, sebagian masyarakat yang masih erat memegang tradisi juga merasakan ketegangan terhadap mitos yang menyimpulkan bila bayi yang belum genap 40 hari dilarang memotong kuku bayi karena takut melukai kulit-kulit sensitif yang ada di jari-jarinya. Tampaknya mitos tersebut boleh dilanggar karena rasa ingin tahu bayi begitu besar apalagi jika dipantau dari pergerakannya, ngerinya jika bayi yang berbaring tanpa pengawasan orang lain akan mencakar-cakar sendiri anggota tubuhnya. Kalau sudah begini, bagaimana cara menggunting kuku bayi dengan aman? Berikut ulasannya.

Teknik Khusus Memotong Kuku Bayi

1.   Menggunakan Gunting Kuku Khusus
              Agar lebih aman dan tidak mencederai kuku bayi yang masih kecil, sebaiknya bunda menggunakan gunting kuku khusus bayi. Gunting kuku ini akan lebih memudahkan ibu saat menggunting kuku bayi karena bentuk gunting yang melengkung. Dengan begitu, kemungkinan bunda membuat bayi terluka pada waktu memotong kuku bisa dicegah. Gunting Kuku Bayi bisa bunda dapatkan di Toko Clodi Murah dengan harga terjangkau serta alat ini  didesain khusus untuk kuku bayi anda dan aman digunakan. Alat ini sangat penting disediakan dirumah untuk menjaga kuku anak anda agar terpotong rapi dan mencegah sobekan atau garukan secara tiba-tiba. Dibuat untuk memberikan kenyamanan saat penataan kuku anak bunda. Tidak hanya mendapatkan gunting kuku kecil saja, dengan harga terjangkau tersebut bunda juga bisa mendapatkan gunting yang baik untuk perawatan kuku si kecil.
            Untuk kebersihan, sebaiknya bunda menyempatkan diri untuk membersihkan dahulu alat-alat yang akan digunakan dengan alkohol 70%, supaya lebih steril.
 

2.   Lakukan Sesudah Bayi Mandi
              Memotong kuku bayi disarankan dilakukan setelah mandi. Alasannya karena setelah mandi kondisi kuku dalam keadaan lunak akibat terkena air. Nah, kuku yang lunak akan mudah saat dipotong. Kamu juga bisa menggunting kuku bayi, saat si kecil tidur. Sebab, di saat tidur bayi tidak akan terlalu bergerak banyak  sehingga kamu lebih mudah untuk menggunting kukunya.

3.   Membersihkan Kuku Bayi Dahulu
             Sebelum kuku bayi digunting, periksa dahulu apakah terselip kotoran di dalam kuku bayi. Jika ada kotoran sebaiknya, bersihkan terlebih dahulu kuku bayi. Caranya mudah saja, basahi cotton bud dengan air. Jadi saat menggunting kuku akan lebih mudah karena ibu tidak lagi perlu repot membersihkan kotoran selesari digunting.

4.   Pencahayaan Cukup
            Karena kuku bayi yang kecil membuatmu sulit mengguntingnya maka saat akan memotong kukunya, sebaiknya carilah tempat yang memiliki pencahayaan cukup. Jadi sebaiknya gunting kuku bayi di pagi atau siang hari ketika masih banyak cahaya dari sinar matahari. Menggunting kuku dengan cahaya yang kurang atau lampu tidak terang bisa membahayakan bayi. Misal, kulit kuku terluka atau kamu memotong kuku bayi terlalu pendek sehingga membuat bayi kesakitan.

5.   Gunting Kuku Satu Per Satu
            Menggunting kuku bayi memang memerlukan kesabaran. Karena kamu harus berhati-hati saat menggunting kuku bayi satu per satu. Hindari untuk langsung menjajarkan kelima jarinya karena akan membuat ibu tidak fokus memegang tangan bayi.
Perhatikan juga warna kuku bayi, bagian kuku berwarna putih susu adalah bagian kuku yang akan kamu gunting. Ingat ya, jangan terlalu pendek menggunting kuku bayi karena bisa melukai kulit bayi dan menimbulkan infeksi. Potong kuku jari tangan dengan bentuk seperti kurva, mengikuti lekuk jari tangan bayi. Sedangkan pada jari kaki, potong dengan potongan lurus. Jangan memotong kuku bayi terlalu pendek, sisakan kurang lebih 1 mm supaya jari bayi tidak terluka. Jangan lupa juga untuk membersihkan kotoran yang terselip di kuku bayi, jika ada. 

6.   Menghaluskan Kuku Bayi
            Setelah selesai menggunting semua kukunya, kikirlah dengan menggunakan kikir khusus bayi atau kikir koleksimu. Lakukan ini secara perlahan ya, jangan terlalu kencang seperti kamu mengikir kukumu sendiri. Kikir kuku hingga bagian tajamnya menghilang.

7.   Gunting Kuku Dua Kali Seminggu
            Kuku bayi yang terlalu panjang akan menyulitkan ibu saat mengguntingnya. Karena itu saran untuk kamu, sebaiknya seringlah menggunting kuku bayi. Lakukan sebanyak dua kali dalam seminggu. Alasannya karena kuku bayi cepat tumbuh.  Kuku yang terlalu panjang juga bisa melukai wajah bayi sendiri.

8. Jangan panik
            Salah satu aturan pentingnya, lakukan pemotongan kuku dengan tenang. Tidak perlu panik bila bunda melakukan kesalahan, misalnya tanpa sengaja melukai jari bayi ketika memotong kukunya. Untuk itu, selalu siapkan tissue atau kain yang bersih dan juga antiseptik. Bila jari bayi terluka, tekan luka secara perlahan dengan tissue atau kain yang diberi antiseptik hingga darahnya berhenti. Jangan lupa untuk memakaikan plester penutup luka bila diperlukan.
 


Related Article