Tagline website - untuk edit di: Admin - General Setting - Template - Pengaturan Text


Customer Service

SMS / Hotline
SMS/WA : 085791609693
Products
Bedong Bayi
Clodi Ananndapers
Clodi Babyland
Clodi Bebibum
Clodi Mikiwili
Legging Busha
Nurshing Cover
Perlengkapan Renang Anak
Popok Lansia
Sabuk Bonceng Ladona
Sprei Waterproof

Testimonial

Wina Wihandari
Saya Newmom baru tau ttg clodi., skg lg persiapan untuk lahiran,sdg mencari referensi clodi yg murah.,ternyata sdh keliling dpt deh Toko Clodi Murah.
Rekening Pembayaran
Keranjang Belanja
Keranjang belanja Anda masih kosong. Selamat berbelanja.




By Admin  Article Published 03 August 2015
 

 

Menggendong Bayi merupakan salah satu tindakan efektif yang dapat mempererat komunikasi batin antara ibu dan anak supaya semakin mendalam. Namun perlu diketahui, kini telah hadir beragam model gendongan bayi baik yang berkonsep tradisional, seperti selendang dan jarik maupun yang berkonsep modern yang juga hadir dalam berbagai merk, seperti merk ananda maupun hanaro.

Anak ketika masih kecil memang sangat suka jika digendong, sebaiknya bunda harus teliti dan waspada jika ingin menggunakan sarana gendongan bayi untuk si kecil. Baca aturan pakainya terlebih dahulu dan jangan sampai ceroboh. Bagi bunda yang belum mengetahui model-model gendongan bayi, berikut info selengkapnya.

1.   Model Front Pack Carrier

Model gendongan bayi ini merupakan salah satu model kesukaan para ibu karena didesain dengan sistem topangan bayi yang memudahkan bayi untuk duduk sehingga dapat menghadap posisi depan atau menghadap posisi yang menggendongnya. Ada dua faktor yang dapat menonjolkan kegunaan model gendongan bayi ini. Pertama, gendongan ini memiliki dua tali pada bahu yang dipergunakan untuk menahan beban. Di samping itu, tangan seorang penggendong akan dapat bergerak secara bebas dan punggung tidak akan sakit karena beban sudah ditopang oleh bahu. Faktor kedua adalah kenyamanan yang diberikan model gendongan front pack carrier ini karena si kecil akan merasa hangat sebab terdekap erat dengan penggendongnya. Gendongan ini juga disetel agar bisa digunakan di punggung dan juga bisa memudahkan beraktivitas,tapi gendongan bayi ini tidak disarankan untuk bayi yang masih berusia 5-6 bulan yang belum mampu menopang lehernya dengan kuat dan tidak dianjurkan menggunakan model gendongan bayi ini ketika menyusui bayi.

2.   Model Selempang

Sistem model selempang ini identik dengan tipe gendongan tradisional,seperti selendang. Kelebihan dari gendongan yang memiliki metode seperti ini ialah memudahkan ibu untuk menyusui si kecil, sedangkan kekurangannya ialah gendongan seperti ini hanya bertumpu pada satu bahu saja sehingga memberikan efek kelelahan bagi sang ibu ketika harus menggendong bayinya dalam jangka waktu yang lama. Gendongan ini bisa dipakai untuk bayi yang berusia 0-3 bulan karena tulang bayi masih lemah maka posisi gendongan terbaik ialah dengan membaringkannya di lengan bunda. Satu lipatan siku dapat menopang kepala dan leher si kecil.

3.  Model Wraparound Slings (Baby Wrap)

Model gendongan tipe ini memiliki bahan kain yang bersifat elastis yang dapat disesuaikan daya tariknya sesuai kebutuhan bunda ketika menggendong bayi. Gendongan ini dirancang dengan menonjolkan sifat fleksibilitasnya ketika digunakan ibu ketika menggendong bayi. Saat menggendong, bayi bisa menghadap ke depan, ke punggung, maupun ke samping dan jenis ini sangat cocok bagi ibu yang sedang menyusui. Untuk model gendongan seperti ini memang tidak simple perlu belajar terlebih dahulu ketika ingin memakainya. Beban yang mampu ditopang oleh gendongan ini tidak cocok untuk digunakan bayiyang memiliki berat jumbo. Lebih baik bayi yang memiliki berat lebih daripada kebanyakan bayi disarankan menggunakan gendongan bayimodel carriers. Untuk sistem gendong yang memosisikan bayi ke punggung dapat dilakukan untuk bayi yang memasuki usia lima bulan

4.  Ring Sling

Model ini hampir sama dengan model selempang, namun memiliki 2 buah lingkaran (ring) daribahan plastikatau besi yang menempel pada salah satu ujungnya. Kedua ligkaran itu nantinya akan  menggantikan fungsi simpuluntuk mengikat gendongan seperti pada gendongan tradisional bayi. Kelebihan dari jenis ini ialah dilengkapi dengan bantalan padding di posisi bahu atau di sepanjang gendongan yang mana ujung talinya diikat dan dijahit sehingga menyerupai tali. Sama seperti dengan model selempang, model ini hanya bertumpu pada satu bahu. Penggunaan model gendongan ini dapat dipakai untuk bayi yang sudah mampu menopang lehernya dengan kuat.

            Fase-fase usia yang sudah diterangkan pada bagian-bagian model gendongan bayi memiliki peran yang sangat penting untuk diketahui oleh para bunda untuk meminimalisasi risikonya patah tulang atau terkilir saat menggendongnya. Ketika menggendong bayi, usahakan jangan terlalu mendekap si kecil supaya nyaman dan hindari guncangan terlalu keras karena berakibat fatal bagi otaknya.

            Dilansir dari artikel Mom & Kiddie, Dr. M Vinci Ghazali, Sp.A dari Brawijaya Women & Children Clinic di Sahid Sahirman Memorial Hospital mengemukakan bahwa terdapat empat akibat fatal jika salah menggendong baik menggunakan alat gendongan maupun tidak. Kesalahan tersebut dapat menyebabkan penyakit-penyakit berikut. (1) Asfiksia yaitu keadaan dimana terjadi gangguan ketika si kecil mengalami pertukaran pernafasan sehingga menimbulkan bayi kekurangan oksigen. Bayi dapat merasakan hal ini ketika bayi sedang disendawakan, bisa saja hidung bayi tertutup oleh bahu sang ibu saat menggendong dalam posisi tegak. Hindari juga penggunaan alas yang diletakkan di bahu guna mencegah keluarnya gumoh dari mulut si bayi. Ketika bayi bergerak, bisa saja alas tersebut jatuh dan menutupi hidung bayi, (2) Dislokasi ialah keluarnya sendi dari tempat semestinya. Efek ini bisa terjadi disebabkan karena tidak bergantinya posisi menggendong selama berjam-jam, (3) Tergelincir dan Jatuh. Jika bunda menggendong bayi hanya dengan mengandalkan kekuatan tangan tanpa tubuh dan jari maka bayi yang biasanya bergerak-gerak akan dengan mudah tergelincir dan jatuh, (4) Trauma ialah luka pada tubuh. Tekanan yang diberikan bunda ketika ingin menggendong anaknya dalam posisi duduk dapat meninggalkan trauma. Ada baiknya bunda memeriksa kesiapan si kecil, apakah sudah mampu jika digendong dalam keadaan duduk atau belum. Jika tulang punggung bayi belum kuat menopang tubuhnya, bisa saja di masa depannya bayi akan menderita lordosis (tulang belakang yang bengkok ke depan), kifosis (tulang belakang melengkung ke belakang sehingga tampak bungkuk), skoliosis (tulang belakang melengkung, baik ke kiri maupun ke kanan). (5)  Kesulitan bernapas. Hal ini bisa terjadi ketika ukuran gendongan terlalu sempit dan dipasang terlalu ketat.

            Untuk mencegah berbagai risiko yang dapat berakibat fatal. Mulai sekarang bunda harus berhati-hati dalam memilih gendongan bayi. Tentukan empat kriteria dalam memilih gendongan bayi, yaitu ukuran, kenyamanan, dan keperluan, dan usia mengingat metode menggendong bayi dapat berpengaruh pada proses tumbuh kembang anak. 



Related Article